Open top menu
Jumat, 30 Januari 2015
Poles Batu Mulia

Seorang juru poles batu mulia di Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, sedang menyelesaikan pekerjaannya, Kamis, 29 Januari 2015. Biaya poles dari mulai bahan mentah hingga menjadi batu cantik untuk cincin hanya dipatok Rp 25.000 per batu. (Adi Mulyadi)

Read more
Poles Batu Mulia

Seorang juru poles batu mulia di Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, sedang menyelesaikan pekerjaannya, Kamis, 29 Januari 2015. Biaya poles dari mulai bahan mentah hingga menjadi batu cantik untuk cincin hanya dipatok Rp 25.000 per batu. (Adi Mulyadi)

Read more
Poles Batu Mulia

Seorang juru poles batu mulia di Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, sedang menyelesaikan pekerjaannya, Kamis, 29 Januari 2015. Biaya poles dari mulai bahan mentah hingga menjadi batu cantik untuk cincin hanya dipatok Rp 25.000 per batu.(Adi Mulyadi)

Read more
Rabu, 28 Januari 2015
Demo Maning...Demo Maning...

Sebanyak 3000 nelayan menggelar aksi demo di gerbang Balai Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 28 Januari 2015. Nelayan meminta wali kota mendukung dan ikut mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan, SUsi Pudjiastuti, mencabut Permen Nomor: 2/PERMEN-KP/2015, tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. (Adi Mulyadi)

Read more
Demo Maning...Demo Maning...

Sebanyak 3000 nelayan menggelar aksi demo di gerbang Balai Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 28 Januari 2015. Nelayan meminta wali kota mendukung dan ikut mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan, SUsi Pudjiastuti, mencabut Permen Nomor: 2/PERMEN-KP/2015, tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. (Adi Mulyadi)

Read more
Demo Maning...Demo Maning....

Sebanyak 3000 nelayan menggelar aksi demo di gerbang Balai Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 28 Januari 2015. Nelayan meminta wali kota mendukung dan ikut mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan, SUsi Pudjiastuti, mencabut Permen Nomor: 2/PERMEN-KP/2015, tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. (Adi Mulyadi)

Read more
Demo Maning...Demo Maning...

Sebanyak 3000 nelayan menggelar aksi demo di gerbang Balai Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 28 Januari 2015. Nelayan meminta wali kota mendukung dan ikut mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan, SUsi Pudjiastuti, mencabut Permen Nomor: 2/PERMEN-KP/2015, tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. (Adi Mulyadi)

Read more
Jumat, 23 Januari 2015
Jangan Gunduli Saya...!!!

Petugas Dinsosnakertrans Kabupaten Tegal mencukur rambut PGOT yang terjaring razia. Dinsosnakertrans dan Satpol PP Kabupate3n Tegal menjaring belasan PGOT dalam giat razia, kemarin, 21 Januari 2015. (yerry novel)

Read more
Ampun Pak Satpol....

Seorang Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) tak berkutik saat dikeler Satpol PP. Dinsosnakertrans dan Satpol PP Kabupate3n Tegal menjaring belasan PGOT dalam giat razia, kemarin, 21 Januari 2015. (yerry novel)

Read more
Belasan PGOT Terjaring Razia

Add caption


SLAWI - Belasan pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) terjaring razia gabungan Dinsosnakertrans, Satpol PP, Dinkes dan Humas Kabupaten Tegal, Rabu (21/1). PGOT yang berjumlah 14 orang itu mayoritas berasal dari luar daerah.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Tegal, Eko Jati Suntoro disela razia mengatakan, pihaknya sengaja melakukan kegiatan tersebut lantaran banyaknya keluhan dari masyarakat. Sebab, keberadaan PGOT semakin meluas di wilayah Kota Slawi. Selain itu, razia ini juga merupakan upaya Dinsosnakertrans dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan dan rehabilitasi sosial terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Termasuk mengurangi jumlah PMKS yang semakin meningkat, khususnya psikotik jalanan.

“Kurang lebih ada 14 PGOT yang kita amankan di enam lokasi, yakni di Kecamatan Slawi, Pangkah, Dukuhwaru, Lebaksiu, Balapulang dan Margasari,” kata Eko Jati.

Eko mengungkapkan, para PGOT tersebut rencananya akan dikirim ke Panti Rehabilitasi Sosial Samektokarti, Kabupaten Pemalang. Namun demikian, sebelum dikirim ke Pemalang, para PGOT terlebih dahulu dibersihkan dan diberi pakaian layak pakai. Termasuk rambutnya dicukur gundul supaya bersih dari kotoran.

“Mereka juga dimandikan terlebih dahulu. Kemudian pakaian mereka kami ganti, sehingga setelah sampai di Pemalang bisa langsung dibina,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans, Sutardi SIP menambahkan, dari 14 PGOT yang terjaring merupakan wajah baru. Mereka diketahui tengah menggelandang di pusat keramaian, seperti pasar tradisional dan jalan umum.

“Rata-rata wajah baru semua, dari hasil keterangan sementara mereka berasal dari luar daerah. Seperti Indramayu, Surabaya, Purwokerto, Magetan dan Madiun,” tutupnya. (yer)
Read more