Jumat, 10 April 2015
Akhirnya Masjid Agung Tegal Direhab
10.07
0 comments
AKhirnya Masjid Agung Tegal Direhab
10.06
0 comments
Akhirnya Masjid Agung Tegal Direhab
10.04
0 comments
Sabtu, 04 April 2015
Ini Perjalanan Yesus Disalib
13.46
0 comments
Drama Jalan Salib
RATUSAN umat Katolik menyaksikan drama perjalanan Tuhan Yesus disiksa dan disalib hingga meninggal dunia di Gereja Ktolik Santo Yosef, Jumat (3/4). Visualisasi dan ibadat "Jalan Salib" itu digelar dalam perayaan Jumat Agung dan menyambut Paskah, Minggu (5/4).
Ibadat "Jalan Salin" dilaksanakan mulai pukul 07.50 dengan doa pembuka dan dilanjut visualisasi 14 perhentian Yesus sebelum disalib. Perhentian I adalah saat Yesus dihukum mati, lalu perhentian II, Yesus memanggul salib menuju Golgota.
Perhentian selanjutnya, Yesus jatuh untuk pertama kalinya. Pemberhentian IV, Yesus berjumpa dengan ibu-Nya. Di perhentian V, Yesus ditolong oleh Simon dari Kirene. Disambung dengan visualisasi perhentian VI, mengisahkan wajah Yesus di usap oleh Veronika.
Pada visual pemberhentian VII, Yesus jatuh untuk kedua kalinya. Perhentian VIII, menceritakan Yesus menghibur wanita-wanita yang mencintai-Nya. Lalu di perhentian IX, Yesus jatuh untuk ketiga kalinya.
Perhentian X, menggambarkan pakaian Yesus ditanggalkan oleh prajurit secara paksa. Kemudian di perhentian XI, Yesus disalibkan dan di perhentian XII, Yesus wafat di kayu salib. Adegang diperhentian XIII, Yesus diturunkan dari salib dan terakhir visualisasi perhentian XIV, Yesus dimakamkan.
Selama drama tersebut dipertunjukan, ratusan umat Katolik yang hadir menitikan airmatanya. Mereka (umat) tak kuasa melihat siksaan yang diterima Yesus untuk menebus dunia. (naskah dan foto: Adi Mulyadi).
Ibadat "Jalan Salin" dilaksanakan mulai pukul 07.50 dengan doa pembuka dan dilanjut visualisasi 14 perhentian Yesus sebelum disalib. Perhentian I adalah saat Yesus dihukum mati, lalu perhentian II, Yesus memanggul salib menuju Golgota.
Perhentian selanjutnya, Yesus jatuh untuk pertama kalinya. Pemberhentian IV, Yesus berjumpa dengan ibu-Nya. Di perhentian V, Yesus ditolong oleh Simon dari Kirene. Disambung dengan visualisasi perhentian VI, mengisahkan wajah Yesus di usap oleh Veronika.
Pada visual pemberhentian VII, Yesus jatuh untuk kedua kalinya. Perhentian VIII, menceritakan Yesus menghibur wanita-wanita yang mencintai-Nya. Lalu di perhentian IX, Yesus jatuh untuk ketiga kalinya.
Perhentian X, menggambarkan pakaian Yesus ditanggalkan oleh prajurit secara paksa. Kemudian di perhentian XI, Yesus disalibkan dan di perhentian XII, Yesus wafat di kayu salib. Adegang diperhentian XIII, Yesus diturunkan dari salib dan terakhir visualisasi perhentian XIV, Yesus dimakamkan.
Selama drama tersebut dipertunjukan, ratusan umat Katolik yang hadir menitikan airmatanya. Mereka (umat) tak kuasa melihat siksaan yang diterima Yesus untuk menebus dunia. (naskah dan foto: Adi Mulyadi).
Jumat, 27 Maret 2015
Upacara Melasti Umat Hindu
12.35
0 comments
Sejumlah umat Hindu mengikuti upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1937 di pantai alam indah, Tegal, Jawa Tengah, 20 Maret 2015. Ritual Melasti dilaksanakan sebagai simbolisasi penyucian diri dan alam agar pelaksanaan Hari Raya Nyepi dapat terlaksana dengan damai.(Adi Mulyadi)
Kamis, 12 Maret 2015
PABRIK TEXIN TEGAL RIWAYATMU KINI
11.23
5 comments
PABRIK TEXIN TEGAL RIWAYATMU KINI. Mendengar nama PT Industri Sandang Nusantara Unit Pabriteks atau biasa dikenal Pabrik Texin tentu akan muncul pertanyaan besar. Sebab pabrik tekstil yang sempat menguasai pasar Asia Tenggara tersebut, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Aset-aset yang dimiliki dijual dan bangunan-bangunan yang merupakan peninggalan zaman Belanda dihancurkan untuk membayar karyawan yang di PHK. Kali pertama bangunan bersejarah yang dihancurkan gedung produksi benang (pemintalan), pengecoran dan gudang pada 2014 lalu. Informasi yang berkembang di atas lahan bagian selatan pabrik itu akan dibangun perumahan. Pemusnahan gedung-gedung peninggalan Belanda tidak berhenti sampai disitu. Sebab kabar yang berkembang, bangunan lain seperti pertenunan, persiapan, ketel uap, finishing, bahkan perumah pejabat yang arsitekturnya kental dengan sentuhan Negeri Kincir Angin akan di lelang oleh pemerintah. Harapan hanya tersisa pada bangunan masjid bernama Baitul Amanah yang masih berdiri kokoh di bagian paling barat area pabik.
SEKELUMIT TENTANG PABRIK TEXIN TEGAL
Perusahaan Pabrik tekstil ini diresmikan pada tanggal 25 Mei 1936 dengan nama “Java Textiel Maalschappij” disingkat “JTM”. Pada tahun 1937 pabrik mulai berproduksi dan berlangsung terus sampai dengan pemerintah Jepang menguasai Indonesia serta mengambil alih pabrik dari pemerintah Belanda pada tahun 1942. Setelah proklamasi kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945 pabrik diambil alih oleh pemerintah Republik Indonesia dan kemudian ditempatkan di bawah asuhan Badan Tekstil Negara. Adapun nama pabrik diubah dari sebutan pabrik Textil Indonesia (TEXIN) Tegal. Sebagai pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1964 tentang Pendaerahan Perusahaan Industri Negara dan berdasarkan surat keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 21 tahun 1965 tanggal 3 Juli 1965 lahirlah Perusahaan Industri Daerah “Sandang” Jawa Tengah dengan sebutan Pinda “Sandang “ Jateng Pabrik Textil Indonesia (TEXIN) Tegal, yang dalam perkembangan selanjutnya Industri Sandang Nusantara II (Persero) menjadi Pabrik Tekstil (Pabriteks) Tegal. Pabrik ini terletak di jalan Pala No. 1 Desa Dampyak Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal yang dibangun di atas tanah seluas ± 50 hektar. (Naskah dan Foto: Adi Mulyadi)
Selasa, 03 Maret 2015
Awas!!! Langitnya Mau Runtuh
11.05
0 comments
Awas!!! Langitnya Mau Runtuh
11.03
0 comments
Awas!!! Langitnya Mau Runtuh
10.59
0 comments
Langganan:
Postingan (Atom)
.png)
































